Sunday, May 25, 2008

Aku dan Hari Olah Raga KBS WR.

Didalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat...

Nah..berdasarkan motto ini, KBS WR selalu mengadakan kegiatan "olahraga" (?) setiap tahun. Pada tahun ini kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 21 Mei di taman Yeouido, yang terletak persis di depan gedung KBS.

Sebenarnya, walaupun disebut sebagai Hari Olahraga, namun kegiatan yang dilakukan masih sangat jauh dari "olah tubuh". Kegiatannya lebih tepat disebut sebagai permainan.

Tahun ini pihak panitia mengadakan 2 permainan, satu disebut Yut Nori sejenis permainan lempar dadu, tapi yang ini menggunakan empat potong kayu, dan yang satunya lagi adalah Jegi Chagi yaitu permainan memukul suatu benda khusus yang dihiasi potongan kertas seperti ekor layangan kali ya..

Sementara hadiah yang disediakan oleh panitia untuk tahun ini juga agak kurang menarik dan banyak dibandingkan dengan kegiatan tahun lalu. Tahun ini panitia hanya menyediakan dua jenis hadiah yaitu kupon makan senilai 3000 won dan satunya lagi saya juga kurang jelas habis dibungkus sich..

Memang benar...tujuan kegiatan ini bukan untuk mengejar hadiah, tapi suatu kebersamaan bagi seluruh pegawai KBS WR beserta supervisor asing.

Mungkin karena alasan kebersamaan inilah maka banyak juga yang ikut serta dalam acara terakhir kegiatan tersebut. Emang acara akhirnya apa ?

Nah...ini yang paling menarik, makan malam bersama. Saya pikir kalau yang namanya acara makan pasti banyak orang yang suka, setujukan ??

Tahun ini kami makan disebuah restoran makanan laut, yang terletak tidak jauh dari gedung KBS. Artinya, setelah bermain lebih kurang 1 jam, kami langsung menuju restoran tersebut, apa nggak enak ?? hehe...

Bicara masalah "enak", saya paling suka makanan hasil laut, terutama ikan mentahnya. Tapi...sayang sekali, tahun ini saya kurang dapat menikmatinya. Kenapa ? Ya...selain jenis makanan laut yang dihidangkan kurang saya suka, seperti siput laut, ketimun laut dan teripang, eh...porsi ikannya juga agak sedikit...hahaaa.

Ketika keesokan harinya saya tanyakan kepada teman-teman supervisor lainnya, mereka juga ternyata mengalami hal yang sama dengan saya, kecuali yang dari Jepang loh.

Mudah-mudahan tahun depan panitianya akan lebih selektif lagi dalam memilih makanan dan juga mengadakan permainan yang lebih bervariasi.

Friday, May 23, 2008

Aku dan Lomba Pidato di KBRI Seoul

Salah satu tugas Kedutaan Besar atau perwakilan negara di negara lain adalah membina hubungan yang lebih baik dan tentunya mempromosikan baik itu kebijakan perekonomian, budaya, politik, sosial, pariwisata ataupun pendidikan negara yang bersangkutan.

KBRI di Seoul cukup dikenal sebagai salah satu kantor perwakilan Indonesia yang aktif melakukan kegiatan promosi tersebut. Salah satu kegiatan tahunan yang dilakukan adalah Lomba Pidato Bahasa Indonesia.
Anda termasuk warga asing yang mampu berbahasa Indonesia ?
Kalau iya..bagaimana anda mengukur kemampuan berbahasa Indonesia ? Ikut Lomba Pidato mungkin salah satu cara terbaik, setujukan ??

Nah..tahun ini, tepatnya tanggal 24 Mei 2008, pihak KBRI Seoul kembali mengadakan lomba pidato, untuk yang ke-4 kalinya. Menurut ketua panitia pelaksana yang dikenal dengan Pak Dani di lingkungan KBRI Seoul, lomba tahun ini cukup mendapat respon yang positif dari peserta. Pria murah senyum ini menambahkan jumlah peserta untuk tahun ini meningkat sebesar 50%. Tahun lalu jumlah peserta hanya 21 orang, namun tahun ini meningkat menjadi 31 orang. Hal ini membuktikan bahwa semakin banyak generasi muda Korea yang tertarik dengan Indonesia. Masih menurut Pak Dani, tahun ini panitia menyediakan paket wisata ke Bali bagi dua orang pemenang pertama, 400.000 won untuk satu orang juara kedua, dan 250.000 won untuk satu orang juara ketiga. Bagaimana dengan peserta lainnya ?

Emm..rupanya pihak KBRI Seoul cukup menghargai usaha-usaha mereka untuk mengikuti lomba tersebut. Panitia menyediakan 100.000 won bagi peserta yang masih belum beruntung. Enak nggak..??? Hanya ikut aja dapat hadiah...makanya tahun depan ikutan lagi yah !!!!

Sementara itu dua orang juri, Pak Hawwid Raden dan Reza, mengatakan disamping kuantitas, ternyata kualitas para peserta tahun ini juga cukup meningkat dibandingkan tahun lalu. Dalam menentukan pemenang, para juri memberikan penilaian terhadap penguasaan bahasa, isi pidato, cara penyampaian dan penampilan. Nah..dasar dasar penilai itu maka 4 orang penang dua diantaranya adalah juara I, yaitu Ho-yoon yang pernah tinggal di Denpasar selama 6 tahun, dan Chong Yo-in berasal HUFS jurusan bahasa Indonesia.

Menurut Ho-yoon, sebagai orang yang pernah lama tinggal di Indonesia, dia ingin mengetahui sejauh mana kemampuan bahasa Indonesia saat ini, sehingga dia tertarik untuk mengikuti lomba tersebut. Sementara Chong Yo-in mengatakan dia merasa sangat beruntung dapat menjadi juara I dalam lomba kali, mengingat para pemenang adalah seniornya ataupun orang-orang yang pernah tinggal di Indonesia. Selamat !!!


Tuesday, May 20, 2008

Aku dan Peringatan Kelahiran Budha


Masyarakat Korea Selatan terutama generasi tua dikenal masih sangat memegang tradisi konfucu atau ajaran Budha.

Nah.. sejalan dengan kenyataan tersebut, maka peringatan hari lahirnya Sang Budha Gautama di Korea cukup meriah. Hal ini dapat dilihat dari lampu-lampu kertas (lampion kali ya) yang menghiasi jalan-jalan, serta banyaknya pengikut ajaran Budha yang melakukan "sembahyang" dikuil-kuil.

Tepat pada malam peringatan kelahiran Budha saya beserta beberapa teman, menyempatkan diri untuk melihat kegiatan para pengikut Budha di sebuah kuil yang terletak di pusat kota Seoul, tepatnya disekitar daerah Jonggak.

Halaman kuil yang cukup sederhana itu dihiasi dengan ribuan lampion yang digantungkan hampir menutupi seluruh bagian halaman. Agak kedalam terdapat dua bangunan, satu merupakan bangunan utama dimana terdapat 3 patung besar yang sepertinya terbuat dari bahan tembaga. Nah..didalam ruang utama ini ada sekitar 3oo hingga 400an orang yang sedang melakukan "sembahyang", dengan gerakan berdiri kemudian sujud sambil mengucapkan pujian-pujian (yang pasti saya kurang tahu). Gerakan ini dilakukan berulang-ulang (berapa kali juga saya juga kurang tahu...tapi mungkin mencapai ratusan kali).

Dihalaman, tepatnya dibelakang bangunan utama ini juga ada sekitar seratus orang yang melakukan hal yang sama. Disamping, ada juga bangunan yang tidak begitu besar dan digunakan sebagai tempat untuk "sembahyang".

Yang menarik dari kegiatan ritual ini adalah, para jemaat yang sedang melakukan pemanjatan do'a atau puji-pujian tersebut tidak merasa terganggu dengan kehadiran orang-orang yang datang hanya untuk melihat kegiatan tersebut. Saya..jadi bertanya-tanya, apakah kegiatan ini juga merupakan salah satu daya tarik wisata yang ditawarkan oleh pemerintah bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Seoul sejalan dengan Festival Hi Seoul tahun ini. Kalau memang iya, wow...alangkah besarnya pemasukan yang dapat diterima pemerintah di negara tercinta kalau keragaman budaya serta agama dapat juga dijadikan sebagai objek wisata. Tapi tentunya dengan syarat tidak sampai mengganggu orang-orang yang melakukan ibadah...setujukan !!


Sunday, May 11, 2008

Aku dan Hi Seoul Festival 2008


Anda masih ingat cerita saya tentang festival Hi Seoul tahun lalu ?
Nah...ternyata suasana festival tahun ini jauh lebih meriah dari tahun lalu. Dari jumlah kegiatan yang dilakukan...tahun ini juga jauh lebih banyak.... terus...bagaimana dengan pengunjung ?wow...juga banyak banget...

Selain pengunjung warga Korea sendiri, tahun ini pengunjung dari negara lain juga banyak. Mereka ada yang sengaja datang untuk menikmati festival tahun ini, dan ada juga yang kebetulan diundang pemerintah Korea untuk mengikuti kegiatan seminar, peliputan de el el..

Dalam festival tahun ini, saya bertemu dengan beberapa warga Indonesia yang saat pelaksanaan festival berada di Seoul. Mereka ada yang dari BioFarma dan ada juga yang dari The Jakarta Post dan lain sebagainya....oh...ya hampir kelupaan ada juga tuh dari Thailand..panggilannya San-san benar kagak sih Han ??(Maharani=red).

Berkenalan dengan teman-teman dari Biofarma ini membuat suasana festival menjadi lebih meriah, bahkan kadang kala jauh lebih meriah dari festival itu sendiri. (Yang jelas saya sangat gembira apalagi kalau melihat tingkah teman saya yang rada.........imut-imut kali ya??? hehe..)

Sekedar info ...parade pembukaan festival tahun jauh lebih lama...panjang...ramai...dan seksi tentunya, karena parade diikuti oleh kelompok penari perut....yang dibelakangnya kemudian diikuti oleh kelompok biksu dari beberapa kuil di Korea...kebayang nggak sih...tapi yang jelas ada teman saya (laki-laki) yang yang ampe...kagak ngedip saat kelompok penari perut itu lewat...nggak munafik donk !

Festival tahun ini juga banyak melibatkan partisipasi masyarakat seperti ikut membuat topeng, ikut menari dan membuat kue tradisional Korea..dan dilaksanakan dibeberapa tempat.







Tuesday, May 6, 2008

Aku dan Demo Anti FTA-Daging Sapi AS

Apakah anda pernah ikut demo atau korban dari demo ?
Demonstrasi, unjuk rasa atau protes-apapun julukannya biasanya dilakukan oleh sekelompok orang atau masyarakat untuk menolak suatu kebijakan. Kegiatan ini bisa kita temukan dinegara tertinggal, berkembang bahkan negara yang sudah menyatakan dirinya negara maju....artinya demonstrasi bisa ditemukan dimana-mana didunia ini...tapi mungkin yang membedakan mereka hanya cara melakukannya, hal atau masalah yang sedang di protes...
Unjuk rasa kali dilakukan dengan tertib dari pagi hingga malam hari. Pada malam hari mereka menyalakan lilin sebagai bentuk keprihatinan sekaligus menggalang kebersamaan.

Nah...Perjanjian Perdagangan Bebas FTA sering kali menuai protes dari masyarakat salah satu dari atau kedua negara terkait, dan karena unjuk rasa tersebut, tidak jarang ada banyak korban yang berjatuhan atau bahkan sampai meninggal...karena tindakan oknum-oknum tertentu yang tidak berprikemanusian....kemudian siapa yang salah ??? Saya...secara pribadi tidak ingin mencari kambing hitam...(karena kadang kala kalau sengaja cari kambing hitam "harganya jadi mahal"--buat obat kali....)

Di Korea Selatan, terutama di ibu kota Seoul...Demonstrasi anti FTA lebih khusus anti daging sapi impor dari Amerika Serikat sudah berjalan beberapa hari. Unjuk rasa yang melibatkan politisi, peternak, masyarakat umum bahkan pelajar ini dipicu oleh keputusan pemerintah Seoul untuk membuka secara penuh pasar Korea bagi daging sapi impor dari AS.

Emangnya kenapa ? Bukannya bagus..sehingga masyarakat dapat menikmati daging sapi dengan harga murah ? Mungkin dari satu segi ada benarnya. Tapi persoalannya bukan sampai pada harga murah saja. Ada masalah yang lebih besar yang tidak dapat diterima oleh masyarakat. Apa ? Ya...penyakit sapi gila.

Didalam pembahasan yang dilakukan juru runding kedua negara disepakati bahwa Korea harus menerima daging sapi impor dari AS, termasuk bagian-bagian yang dapat membawa virus penyakit sapi gila. Nah..inilah yang membuat masyarakat marah. Lho...kok pelajar sampai ikut segala ? Begini...ternyata ditengah-tengah masyakat Korea telah berkembang desas-desus bahwa daging sapi impor itu akan dimasukkan ke kantin sekolah. Terus....maksudnya, ya...mereka (pelajar) tentunya akan menjadi korban, kalau...daging yang di impor mengandung virus sapi gila.

Sedangkan berdasarkan kesepakatan, pemerintah Korea tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan impor, kalau penyakit sapi gila sedang merebak di AS. Gitu...lho. Sekarang pertanyaannya adalah apa sapi-sapi dari AS rentan terhadap penyakit sapi gila ??? Katanya...(bukan kata saya lho), emang iya, karena sapi-sapi disana diberi makanan yang terlalu banyak mengandung protein untuk memacu pertumbuhan...sedang tindakan itu sendiri sering kali menyebabkan sapi-sapi yang diternakkan terjangkit penyakit sapi gila..

Aku dan Opini Kawula Muda


Anda masih tergolong Kawula Muda atau orang yang masih berjiwa muda, seperti mereka-mereka yang ikut acara Opini Kawula Muda ini ? Kalau jawabnya ya....tidak ada masalah...
Terus...apa orangtua atau orang yang berjiwa tua, tidak boleh ikutan ? Ya...nggak juga.

Semua boleh ikutan.....tanpa batas usia....OK

Opini Kawula Muda....
Pandangan dan ide-ide mereka kadang kala sangat menarik untuk didengarkan. Nah...dengan melihat potensi ini, kami Siaran Bahasa Indonesia KBS World Radio mencoba menyajikan suatu acara baru yang disebut Opini Kawula Muda. Lewat acara ini kami ingin mengajak kawula muda Korea maupun Indonesia yang sedang belajar di Korea untuk membicarakan suatu isu atau tren yang sedang berkembang atau sudah
menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Acara ini sendiri tidak bermaksud untuk mencari solusi dari satu topik masalah yang sedang dibicarakan, tetapi hanya sekedar mengangkat kembali masalah itu kepermukaan agar semua anggota masyarakat bekerjasama bahu-membahu menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Kalau begitu apa tujuan utama dari acara ini ?

Ada pepatah yang mengatakan 2 tangan lebih baik dari satu tangan, mungkin anda juga setuju dengan kata-kata bijak ini. Artinya ? Dengan opini yang disampaikan oleh kawula muda lewat acara ini ditambah dengan opini kita semua, mudah-mudahan kita secara bersama-sama dapat menyelesaikan suatu persoalan yang sedang dihadapi dengan lebih cepat dan mudah. Amin.....

Terus apa lagi ? Em....oh ya, kami juga berharap acara ini tidak berjalan "satu arah". Jika ada pendengar yang ingin menyampaikan komentar, kritik atau saran, atau...usulan suatu topik yang ingin dibicarakan silahkan mengirimkan e-mail ke indonesia@kbs.co.kr, insyaallah kami akan menanggapinya.




Thursday, May 1, 2008

Aku dan Flu Burung

Flu burung......ihhh seram....Penyakit Flu burung sampai saat ini dikenal sebagai penyakit yang mematikan, karena memang belum di temukan obat yang benar-benar ampuh untuk mengobatinya. Kalau begitu bagaimana donk cara mengatasinya ? Ya...sampai saat ini cara yang paling mustajab bin manjur adalah mencegah agar tidak sampai terjangkit virusnya.

Nah...sejalan dengan usaha-usaha untuk mencegah penyebaran virus flu burung yang lebih di kenal dengan H5N1 ini, pemerintah Korea Selatan mengadakan pemusnahan hewan unggas massal. Virus yang sempat terdeteksi di daerah propinsi Jeolla Utara pada awal bulan April segera ditangani dengan mengadakan karantina sekaligus pemusnahan massal yang mencapai ratusan ribu ekor ayam dan bebek. Tindakan pemusnahan itu sendiri melibatkan beberapa instansi pemerintah termasuk militer.

Hal...yang paling menarik disini adalah kemudahan proses pemusnahan itu sendiri. Para peternak cukup sadar untuk merelakan ternak mereka untuk dimusnahkan hingga tidak perlu kucing-kucingan. Ya...tentunya mereka dikasih ganti rugi...dan ganti ruginya juga sangat wajar. Saya kurang tahu apa ditempat doi juga begitu. Tapi ...kalau ada perhatian penuh dan ganti rugi yang wajar dari pemerintah di tempat doi, mungkin korbannya nggak mungkin sampai banyak gitu kali ya....aduh kok jadi ngomongin orang ya....

Nah...kita kembali ke Korea. Bagaimana dengan reaksi masyarakat dengan isu flu burung itu ? Apakah mereka takut untuk mengkonsumsi ayam atau bebek ? Seperti yang saya amati....(tapi tidak sampai seperti pengamat di negeri doi-lah), saya menemukan bahwa masyarakat tidak begitu khawatir dengan penyebaran virus itu. Masih banyak yang mengkonsumsi makanan yang terbuat dari ayam ataupun bebek. Kenapa ya ??? Ya...karena ada jaminan dari pemerintah.

Coba lihat...teman-teman saya. Mereka tanpa ada rasa takut, tetap aja menikmati samgetang (sup 1 ekor ayam utuh). Bahkan salah satu dari mereka sampai jari-jarinya sakit karena terlalu lama memegang sumpit karena ingin menghabiskan supnya sesegera mungkin (lapar kaliya..hehe). Atau ingin berlomba untuk mendapatkan 2 milyar won (20 milyar rupiah) bagi mereka yang terjangkit virus flu burung akibat mengkonsumsi hewan ternak unggas tersebut.
Saya yakin.... walaupun pemerintah Korea menyediakan ganti rugi sebesar 2 milyar won bagi orang yang terjangkit virus mematikan tersebut, tetapi teman-teman saya masih pingin hidup.

Kami makan samgetang bukan untuk mendapatkan 2 milyar won, tapi karena pemerintah sendiri memberikan jaminan bahwa virus yang sempat terdeteksi di propinsi Jeolla Utara sudah benar-benar dapat diatasi.