Tuesday, December 30, 2008

Aku dan Makan Malam Tutup Tahun

Apa yang anda lakukan dalam rangka menutup tahun 2008 ini ?

Di Korea, ada sejenis tradisi sesama teman sekantor untuk mengadakan acara makan malam bersama.

Tahun ini, seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, siaran Bahasa Indonesia tetap melaksanakan acara makan malam bersama untuk merayakan tutup tahun sekaligus menyambut tahun baru 2009. Walaupun acaranya tidak semewah tahun lalu, namun tetap meriah, namanya juga makan.....

Ya, kondisi perekonomian yang katanya kurang baik alias krisis tahun ini, nampaknya tidak mengurangi niat masyarakat Korea, khususnya para pekerja baik itu di kantor pemerintahan maupun swasta untuk mengadakan pesta penutupan tahun, walau dengan acara yang sederhana.

Pada tanggal 29 Desember tiga hari menjelang tutup tahun, kami mengadakan acara yang sama dengan cukup sederhana walau tidak dapat diikuti semua staf siaran Bahasa Indonesia.

Tradisi pesta penutupan tahun bagi perkantoran maupun perusahaan sudah lama berlangsung di Korea. Acara itu biasanya diadakan sebagai simbol keakraban sesama rekan kerja, atau ucapan terimakasih dari para pimpinan untuk stafnya yang telah melaksanakan tugas setahun penuh, serta juga dijadikan sebagai ajang untuk memanjatkan harapan untuk tahun berikutnya.

Namun, kadang kala acara yang bermakna positif itu, dapat berubah menjadi "kekacauan", karena bagi sebagian orang, pesta penutupan tahun itu diisi dengan minum-minuman (mabok).

Ya, namanya sudah mabok tentu tidak sadar dengan apa yang di lakukan, mengkritik pimpinan, berteriak-teriak, bahkan kadang berjalan dengan terhuyung-huyung sehingga mengganggu kenyamanan.

Namun...karena disini hal tersebut sudah menjadi sesuatu yang biasa, maka orang lainpun nampaknya cuek-cuek aja.

Alangkah baiknya, apabila kita dapat menjadikan pergantian tahun sebagai kesempatan untuk merenungkan kembali apa yang telah kita lakukan, agar dapat membuat rencana yang lebih baik di tahun berikutnya. Semoga !

Selamat Tahun Baru 2009.




Aku dan Acara Makan Siang KBRI


Peranan penting media dalam menyampaikan informasi atau "mempromosikan" tentang segala sesuatunya termasuk suatu lembaga sudah tidak diragukan lagi.


Hal ini juga sangat disadari betul oleh KBRI di Seoul, Korea Selatan. Untuk itu, menjelang penutupan tahun 2008 ini, tepatnya tanggal 30 Desember 2008, pihak KBRI Seoul mengundang insan-insan baik media cetak maupun elektronik serta pelaku bisnis perjalanan ke Indonesia yang ada di Korea untuk menghadiri jamuan makan siang.

Kuasa Usaha, Bapak Foster Gultom dalam sambutannya mengatakan, media Korea Selatan telah banyak berperan dalam mempromosikan kerjasama antara Jakarta dan Seoul. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pihak KBRI Seoul yang diliput oleh media domestik terutama KBS tentunya. Dalam kesempatan itu beliau juga menyampaikan terimakasih atas kerjasama yang sudah dibangun selama ini, serta meminta agar kerjasama tersebut dapat lebih ditingkatkan lagi pada tahun 2009.

Jamuan makan siang tersebut menjadi lebih nikmat dan meriah dengan sajian makanan yang enak dan bervariasi ditambah dengan hiburan tarian tradisional Indonesia yang dipertunjukkan oleh dua penari putri yang merupakan anak-anak gadis dari staf KBRI Seoul.


Melihat penampilan kedua penari itu, seorang staf baru siaran Bahasa Indonesia, KBS WR menjadi ingin belajar.

Sepengetahuan saya, dulu pihak KBRI Seoul pernah mengadakan atau memberikan pelatihan bagi orang-orang yang tertarik untuk belajar tarian tradisional Indonesia. Namun, apakah kegiatan itu masih terus berjalan, saya agak kurang jelas..

Ya, mudah-mudahan kegiatan apapun yang diselenggarakan oleh pihak KBRI Seoul untuk mempromosikan Indonesia akan mendapat tanggapan yang positif baik dari media maupun masyarakat Korea Selatan. Semoga !

Selamat Tahun Baru 2009.







Friday, November 21, 2008

Aku dan Blue Dragon Film Awards


Penganugerahan piala Blue Dragon Film Awards ke-29 berlangsung pada tanggal 20 Nopember malam di auditorium KBS. Seperti halnya Piala Citra di Indonesia, maka penghargaan Blue Dragon Film Awards juga diberikan kepada insan-insan perfilm-an.


Dalam suhu udara Seoul yang menunjukkan garis dibawah nol derajat celsius, para aktor maupun aktris Korea tetap antusias untuk menghadiri perhelatan akbar itu.

Bagaimana dengan para penggemar mereka ? Ya, sudah pasti tidak peduli dengan udara dingin malam itu. Mereka berteriak histeris ketika aktor atau aktris pujaan mereka turun dari mobil dan mulai menginjak karpet merah yang digelar mulai dari tempat parkir hingga ke depan pintu masuk auditorium.

Suatu perhelatan yang mewah ! Malam itu para aktor dan aktris datang dengan dan-danan wah...mereka (terutama aktrisnya lo). Gaun mewah serta serta asesori yang sudah pasti mahal.

Tidak ketinggalan kembang api juga menyambut setiap insan film yang datang.

Dari sekian banyak aktor maupun aktris yang datang, aku sempat mengambil photo beberapa orang, seperti Kim Ha-neul, yang memperoleh penghargaan sebagai Bintang Paling Populer lewat film Lovers of Six years. Untuk penghargaan aktris terbaik diterima oleh Sohn Ye-jin, lewat film My Wife Got Married.

Wednesday, November 5, 2008

Aku dan Permainan ala KBS WR


Beberapa waktu lalu KBS World Radio mengadakan permainan yang bagi saya lumayan menarik. Seperti kegiatan ala 17 Agustus-an di Indo, namun yang ini diselenggarakan dalam rangka Hari Olah Raga, musim gugur.

Permainan yang diadakan antara lain, injak balon, tiup balon dengan hidung, adu lutut (Dak Ssa Um), lempar sepatu, dan lempar bola ke musuh, sebenarnya setiap permainan ini ada bahasa Korea-nya namun saya tidak begitu hafal..
Dalam permainan injak balon setiap kelompok harus memecahkan balon musuh yang diikatkan di kaki masing-masing. Tiup balon sampai pecah, khusus bagi laki-laki ditiup pakai hidung..bisa bayangin nggak ? Dak Ssa Um atau adu lutut, ini yang menarik dengan melipat satu kaki, dan berdiri dengan kaki yang satu lagi, kita harus menumbangkan musuh..Saya ketiban nggak enaknya, karena ketemu musuh Luke staf yang paling tinggi di KBS WR..hasilnya...sudah pasti saya kalah...Untuk lempar sepatu... melempar sepatu masing-masing sejauh mungkin, memang kelihatan bodoh, namun cukup mengasyikkan...dan yang terakhir adalah seperti permainan kasti di Indo, yaitu melempar bola kearah musuh...kalau kena...mati !

Nah...dalam setiap permainan akan diambil pemenang, 1, 2 dan 3. Hadiah ? Pasti ada... ada plester obat, alat pelentik bulu mata..pokoknya..murah meriah...atau mungkin murah banget...

Emang sich tujuannya hanya buat rame-rame aja, kemudian makan gratis...karena puncak acara itu sendiri adalah makan rame-rame.












Tuesday, November 4, 2008

Aku dan Kegiatan Musim Gugur

Musim gugur adalah salah satu dari empat musim yang ada di Korea Selatan. Disamping musim semi, musim gugur merupakan musim yang dipavoritkan masyarakat. Disamping karena cuacanya cerah, tidak panas dan juga tidak begitu dingin, taman-taman kota, terlebih lagi daerah pegunungan menawarkan pemandangan yang sangat indah.

Pada musim ini biasanya banyak masyarakat yang melakukan kegiatan naik gunung, dan yang tidak kalah penting adalah musim ini juga menjadi pilihan untuk melangsungkan pernikahan, disamping musim semi.

Pada musim gugur dedaunan akan berubah warna menjadi merah atau kuning sebelum akhirnya gugur menjelang masuknya musim dingin. Pemandangan perubahan warna dedaunan ini lebih mengasyikkan kalau dinikmati di gunung, karena dari puncak gunung kita bisa memandang dengan bebas kesuluruh arah...tentunya sambil menikmati makanan (bekal) yang dibawa. Jadi...disini kegiatan naik gunung itu sudah seperti piknik...
Satu hal yang menarik dari kegiatan naik gunung ini adalah, sebagian besar orang-orang yang naik merupakan orang-orang yang sudah berumur (50-65 tahun), memang ada juga yang masih muda dan anak-anak namun jumlahnya tidak begitu banyak. Mungkin kalau di Indo pada usia segitu, orang lebih cenderung tinggal dirumah untuk beristirahat atau memang sudah nggak mampu naik gunung...Suatu kondisi yang sangat kontras jika kita bandingkan dengan disini, Korea.

Kegiatan naik gunung secara teratur sudah dapat dipastikan akan sangat bermanfaat bagi kesehatan, namun ada juga yang patut disayangkan....biasanya setelah turun dari gunung para ajosse atau ajumma (sebutan bagi laki-laki atau wanita yang sudah menikah) akan pesta soju (minuman keras tradisional khas Korea).

Emmm apa nggak ngerusak kesehatan ya ?? Saya jadi bingung.......

Sunday, November 2, 2008

Aku dan BJ Habibie

Baru-baru ini mantan presiden RI BJ Habibie berkunjung ke Seoul untuk menghadiri sekaligus memberikan pandangannya dalam Forum Pemimpin Internasional yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 60 tahun pendirian Korea.
Sebelum pulang ke tanah air kami sempat mengadakan wawancara dengan pria yang juga pernah menjabat sebagai Menristek dijaman Orde Baru tersebut.
Dan dengan gayanya yang khas dan selalu optimis Habibie menjawab semua pertanyaan yang kami ajukan seputar masalah hubungan Korea Utara dan Korea Selatan.
Menurut beliau Korea Selatan dan Korea Utara hanya memungkinkan untuk disatukan hanya setelah kedua negara menandatangani perjanjian perdamaian.
Memang pada kenyataannya saat ini kedua Korea masih berada dalam "situasi perang", karena perang Korea dihentikan dengan gencatan senjata.
Masih menurut pendapat Habibie, negara-negara yang dulu terlibat dalam perang dingin seperti Amerika Serikat, Rusia dan Cina harus ikut terlibat dalam menciptakan keamanan di Semenangjung Korea.
Sekarang perang dingin sudah berakhir, dimana hubungan AS-Cina, AS-Rusia, dan Cina-Rusia sudah "baik", modal atau produk dari setiap negara sudah dapat masuk-keluar dari masing-masing ketiga negara tersebut.
Jadi, sudah seharusnya hubungan kedua Korea juga dapat berjalan dengan baik, bahkan bersatu seperti hal bekas Jerman Timur dan Jerman Barat.

Friday, October 17, 2008

Aku dan Akhir masa tugas Kim Young-soo

Setelah mengabdi lebih kurang selama 22 tahun di Seksi Siaran Bahasa Indonesia KBS WR akhirnya Kim Young-soo yang lebih dikenal dengan panggilan Mr. Kim menyelesaikan masa tugasnya.
Kim muda bergabung dengan siaran Bahasa Indonesia KBS WR pada tahun 1986 setelah kembali dari Indonesia, tepatnya bumi Borneo (Kalimantan).

Sampai sekarang Mr. Kim juga masih akrab dengan Indonesia, hal ini dapat dilihat dari betapa banyaknya kenalan beliau di Indonesia dan betapa seringnya dia mengunjungi Indonesia.
Sebelum pensiun Kim Young-soo juga merupakan kepala siaran Bahasa Indonesia dan pernah menjabat sebagai wakil direktur KBS WR.

Sebagaimana kebiasaan yang dilakukan oleh seksi Siaran Bahasa Indonesia KBS WR, ketika seseorang menghadapi masa pensiun, maka pesta perpisahanpun diadakan pada tanggal 26 September. Pesta perpisahannya adalah makan malam bersama seluruh staf Siaran Bahasa Indonesia di sebuah restoran yang cukup bergengsi di daerah Yeouido. Pesta ini dihadiri seluruh staf siaran Bahasa Indonesia termasuk para honorer.

Namun 2 hari sebelumnya pesta perpisahan juga diadakan bersama seluruh staf KBS WR. Walau yang hadir jumlahnya tidak begitu banyak, acara tersebut cukup meriah karena ada beberapa staf yang bersedia menyanyi walaupun tidak diiringi musik. Lucu ! Lihat aja tingkah mereka. Dalam kesempatan tersebut Won Ja-young juga menyampaikan kata-kata perpisahan bagi Mr. Kim yang merupakan senior beliau.

Nah, acara perpisahan yang dilakukan bersama staf siaran Bahasa Indonesia merupakan kesempatan terakhir untuk makan malam bersama sekaligus untuk memberikan kenang-kenangan dari seksi siaran Bahasa Indonesia untuk Mr. Kim. Menurut kebiasaan orang Korea, kenang-kenangan bagi orang yang pensiun adalah sebuah kunci mas. Katanya, kunci tersebut melambangkan pembuka sekaligus penutup. Artinya pembuka masa kehidupan baru dan penutup segala urusan pekerjaan masa sebelumnya.

Atas ide dari Won Ja-young yang merupakan pengganti Mr. Kim setelah pensiun dibelilah kunci emas (dengan urungan dana-tentunya), yang kemudian diserahkan pada makan malam perpisahan itu.
Semuanya nampaknya begitu menikmati acara makan malam perpisahan itu. Saya sendiri tidak tahu pasti kenapa, mungkin karena makanannya enak kali..... ya !
Lihat aja kang Yaya, seorang tenaga honorer yang sudah gabung dengan siaran Bahasa Indonesia KBS WR selama lebih dari 5 tahun. Makannya cukup semangat...maklum baru buka puasa hehe....

Selamat Berjuang Mr. Kim !














Sunday, August 17, 2008

Aku dan HUT RI ke-63 di KBRI Seoul

Dirgahayu RI ke-63. Pada tanggal 17 Agustus tahun ini, Indonesia merayakan Hari Kemerdekaanya yang ke-63. Terlepas dari makna kemerdekaan itu bagi masing-masing anak bangsa, HUT RI biasanya di isi dengan upacara penaikan bendera dan berbagai permainan, perlombaan dan hiburan (dengan melupakan insiden-insiden kecil di tanah air). Perayaan HUT RI seperti ini di negara tercinta sudah menjadi hal yang biasa. Bagaimana dengan di luar negeri ?


Di Seoul, Korea Selatan Peringatan detik-detik proklamasi yang dipimpin Kuasa Perdagangan bapak Koster Gultom (posisi dubes sudah lama kosong) berlangsung dengan sederhana dengan diikuti beberapa masyarakat Indonesia yang (dengan berbagai alasan) tinggal di negara ginseng ini.
Sebagaimana biasa peringatan HUT RI, maka peringatan di KBRI Seoul juga diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Bpk. Koster Gultom yang kemudian diserahkan kepada salah seorang masyarakat Indonesia yang senior yang hadir pada acara itu.

Nah...yang tidak kelupaan disini adalah acara perlombaannya, ada tarik tambang. balap karung, bawa gundu dan makan kerupuk serta masukin paku kedalam botol. Namun sebelumnya sudah diadakan lomba foto, dan beberapa pertandingan yang diikuti tidak begitu banyak orang, seperti bowling, bola sodok, tenis dan juga gaple...

Bagaimana dengan hiburannya ?

HUT RI ke-63 yang di hadiri sekitar 200an orang warga RI di Korea Selatan ini juga diisi dengan hiburan yang cukup menarik. Disamping anak-anak yang menyanyikan beberapa lagu nasional, juga hadir sekelompok pemain angklung warga Korea. Walau usia sudah tergolong lanjut, namun mereka tetap dapat menyajikan permainan angklung yang lumayan bagus. Lagu yang dimainkan diantara Halo-halo Bandung yang tampa dikomando para hadirin ikut menyanyikannya.

Setelah acara makan siang selesai, maka kegiatan yang paling dinikmati para hadirin adalah dangdut-an dan campur sari-an. Para "musisi" dari KBRI ditambah rekan-rekan group Campur Sari "Devisa" yang kesemua personilnya adalah TKI mencoba memberikan hiburan gratis ala Agustus-an. Disini yang mau joget dipersilahkan joget, yang mau menyanyi juga diberi kesempatan. Pokeke...semua goyang...yang tua, yang muda, yang laki, yang perempuan, yang udah kawin, yang belum kawin, yang punya jabatan, yang kagak menjabat apa-apa semuanya....kalau mau silahkan.....! Maklum hanya sekali setahun !


Sunday, July 20, 2008

Aku dan Ansan


Ansan...ya, kalau pernah ke Korea Selatan anda mungkin pernah mendengar nama kota ini.
Ansan dikenal sebagai kota multibudaya. Kenapa ?

Ya, karena kota ini dihuni oleh penduduk yang datang dari berbagai negara, khususnya negara-negara yang perekonomiannya belum begitu maju. Mereka umumnya datang kesini untuk "mengais rejeki" yang mungkin lebih baik dari dinegaranya sendiri. Sebagian besar dari mereka memiliki pekerjaan sebagai buruh di pabrik-pabrik, atau toko-toko dan restoran-restoran yang dimiliki oleh penduduk asli (warga Korea).

Nah..sejalan dengan beragamnya penduduk Ansan, maka kita juga dapat dengan mudah menemukan restoran atau toko yang menjual makanan khas negara masing-masing. Restoran atau toko yang menjual makanan Indonesia ada nggak ? Ya pasti donk !

Tenaga Kerja Indonesia termasuk lumayan banyak yang bekerja di Korea khususnya daerah Ansan. Jadi jangan kaget dalam anda suatu saat jalan-jalan ke Ansan anda mendengar obrolan bahasa Indonesia, tentunya dengan dialek Jawa, Sunda, Makasar, NTB, Lampung atau daerah lainnya di tanah air. Untuk bertemu dengan orang Indonesia di daerah ini cukup mudah. Ciri-ciri orang-orang yang dijuluki "pahlawan devisa" adalah berambut gondrong...Memang tidak semuanya...tapi kalau anda mau menanyakan sesuatu di Ansan..dan anda belum bisa bahasa Korea, maka ada baiknya anda bertanya kepada seseorang yang berambut gondrong dengan menggunakan bahasa Indonesia. Insyaallah akan dijawab pake bahasa Indonesia dengan dialek khas daerahnya...

Nah..bicara soal makanan, disini ada beberapa restoran yang menyediakan makanan khas Indonesia. Dan nama restorannya juga diberi nama yang berbau Indonesia. Rasa masakannya gimana ? Emmm...ya kalau dibandingkan dengan yang ada di negeri tercinta , sudah pasti kurang...namun cukup lumayan untuk sedekar mengobati kerinduan terhadap masakan dirumah..hehee..

Bagaimana dengan harga, ya..tidak terlalu mahal, makanan seperti nasi goreng, sate, gulai kambing, ikan lele dll. harganya sekitar 5000-10.000 won, sedangkan untuk minuman, 1000-2.500 won. (kurs 1 won=8,5 rupiah). Dan yang lebih asyik lagi, kita bisa makan sambil menikmati siaran televisi dari tanah air...

Ketika saya...mencoba menelusuri sudut-sudut kota Ansan, disini saya juga menemukan sebuah "club" yang agak mirip dengan "diskotik" di Jakarta.

Saat saya dan seorang teman warga Korea membaca tulisan di pintu masuk ada sedikit kesalahpahaman. Disana tertulis " Bayar 10.000 won, dapat minuman dan snack", kemudian dibawahnya ada tulisan "Wanita Gratis", kemudian tulisan yang paling bawah sekali adalah "Merdeka !". "Wah..murah sekali, dengan 10.000 sudah dapat wanita", celoteh teman saya itu.

"Bukan...maksudnya kalau anda bawa teman wanita dia tidak usah bayar" saya mencoba menjelaskan..."Ya seperti ladies' night" kata saya. "Oh..begitu...saya pikir dapat cewek" katanya dengan sedikit lugu.
"Ini kok ada tulisan Merdeka !", tanya teman saya itu lagi. Karena menurut dia kata merdeka itu diucapkan pada saat perang atau peringatan kemerdekaan saja. "Yang ini hanya ingin menunjukkan bahwa mereka yang mengelola tempat ini adalah warga Indonesia" kata saya seolah tahu segalanya hehhe...

Setelah membaca tulisan kami mencoba mengintip suasana di dalam club tersebut....Emm disana baru ada tamu 4 orang anak muda dari Indonesia serta 2 wanita "bar tender?" Seseorang mempersilahkan kami masuk, namun kami menolaknya dengan halus karena kami memang "tidak cocok" dengan tempat seperti itu.

Mungkin kalau ada pertanyaan, "kemana uang para pahlawan devisa itu ?". Mungkin sedikit jawaban sudah mulai ditemukan.

Sekarang, bagaimana pemerintah daerah Ansan menangani banyaknya orang asing yang tinggal di Ansan? Menurut saya perhatian Pemda cukup bagus. Hal ini terlihat dari disediakannya pusat kebudayaan, pusat pelatihan dan pusat pengobatan, bantuan hukum bahkan sistem pengirim uang ke masing-masing negara. Ya...cukup bagus...namun bagaimana pelaksanaannya saya sendiri belum begitu mengetahuinya ....

Thursday, July 17, 2008

Aku dan Peringatan 60 tahun UUD Korea

Tahun ini merupakan tahun ke-60 sejak Undang-Undang Dasar Republik Korea disahkan.
Pada tanggal 31 Mei 1948, Dewan Perwakilan Rakyat I yang dipilih melalui pemilihan yang diprakarasai oleh PBB, mengangkat Lee Seung Man atau lebih dikenal dengan Seung Man Rhee sebagai ketua DPR I. DPR yang sudah terbentuk kemudian mengumumkan Undang-Undang Dasar Republik Korea pada tanggal 17 Juli 1948. Lewat PEMILU, Lee Seung Man juga terpilih sebagai presiden I Korea. UUD 1948 Republik Korea juga telah pernah mengalami perubahan (amandemen=red) 1952, 1960, 1962,1972, 1980, 1988. UUD Republik Korea terdiri atas Pembukaan, 130 pasal serta Aturan Tambahan.

Nah...itulah sekedar sejarah singkat tentang UUD Republik Korea.. Bagi saya sendiri yang menarik bukanlah sudah berapa kali UUD itu di amandemen, bagaimana isinya dijalankan pemerintah maupun warga Korea, tetapi cara mereka merayakan pengesahannya.

Bertempat di halaman gedung DPR Republik Korea, pada tanggal 17 Juli malam, penduduk Seoul, pejabat pemerintah serta anggota DPR periode ke-18, berbaur menikmati perhelatan yang diselenggarakan oleh kantor sekretariat DPR. Bagi saya yang datang dari suatu negara yang memiliki sejarah yang hampir sama, sama-sama pernah dijajah, merdeka pada tahun dan bulan yang sama (Korea 15 Agustus 1945, Indonesia 17 Agustus 1945), namun memiliki "nasib yang berbeda", memandang perhelatan yang diselenggarakan sangat mewah dan meriah...hampir seperti peringatan Hari Kemerdekaan..

Bayangkan disamping mengundang penyanyi-penyanyi yang sedang ngetop saat ini, seperti kelompok Jewelry, Dong Bang Shinggi, dll, panitia penyelenggara juga menghibur masyarakat dengan pertunjukan kembang api.. yang tentunya menghabiskan biaya yang cukup besar.

Yang jelas malam itu cukup meriah... seakan-akan semua masalah seperti kesulitan ekonomi akibat kenaikan harga minyak dan kebutuhan pokok lainnya, hilang ...tidak dirasakan. Padahal pada kenyataannya, kesulitan ekonomi seperti yang dirasakan rakyat Indonesia juga menerpa warga Korea Selatan... mungkin yang berbeda adalah tingkat "keparahannya". Disini..di Korea sich...belum sampai mengalami pemadaman bergilir...hehe....

Ya..mudah-mudahan petinggi-petinggi pemerintahan di negeri tercinta, dapat belajar dari cara negara Ginseng ini memperoleh kemajuan, namun sebelumnya tentunya ...hal yang paling penting adalah memperbaiki moral dulu...agar orang-orang yang bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan UU tidak sepantasnya dikenai hukuman karena melanggar UU (hukum=red)...sehingga harus "menginap" di "Hotel Prodeo"... Sadar.......

Thursday, July 10, 2008

Aku dan Putro Indonesia Kucinta

Mungkin anda setuju kalau promosi Budaya dapat dilakukan semua orang ketika mereka berada di negara lain. Penyebaran kebudayaan yang begitu beragam di negeri tercinta tentunya tidak hanya harus dilakukan oleh pemerintah atau pihak-pihak tertentu saja. Kita semua yang mengaku warga negara Republik Indonesia, sudah sepatutnya berpartisipasi dalam hal ini. Sekecil apapun yang kita lakukan, mudah-mudahan akan bermanfaat dalam memperkenalkan Ibu Pertiwi.

Nah, sebuah kelompok yang menamakan dirinya PUSAKU-Putro Indonesia Kucinta, beberapa waktu yang lalu melakukan kunjungan ke studio kami, KBS WR setelah menyelesaikan kegiatan mereka di Tokyo, Jepang selama 15 hari. Kami juga sempat melakukan wawancara serta makan malam bersama di kantin kantor.

Saat berada di Tokyo, katanya...mereka melakukan pertunjukkan kebudayaan seperti tarian dan nyanyian.

Menurut ketua rombongan PUSAKU, Frida kegiatan yang mereka lakukan semuanya dibiayai dari kantong peserta yang rata-rata masih remaja. Setiap peserta harus mengeluarkan dana kira-kira 26 juta rupiah, untuk kegiatan 19 hari tentunya belum termasuk oleh-oleh.

Em...pasti mereka ini anak-anak dari orang kaya atau pejabat di Indonesia, karena bagi saya sendiri cukup berat untuk mengeluarkan dana sebesar itu saat akan cuti ke Jakarta.

Dibalik dana yang mereka harus keluarkan dan missi yang mereka jalankan, remaja-remaja ini sepertinya sangat menikmati perjalanan mereka, saat berada di Seoul. Remaja-remaja ini mengatakan bahwa mereka sangat terkesan dengan kota-kota yang mereka kunjungi termasuk Seoul tentunya. Mereka sangat kagum dengan keindahan, kebersihan dan keteraturan serta kemudahan sistem transportasinya. Dan tidak lupa bangunan-bangunan bersejarah yang masih terjaga dengan baik.

Alanglah baiknya kalau kita (pemerintah + masyarakat Indonesia=red) dapat melakukan hal yang sama dalam memelihara keindahan, kebersihan, keteraturan, disiplin, kenyamanan de es be agar orang lain mau datang ke negeri tercinta, apalagi tahun ini tahun kunjungan Indonesia.




Sunday, June 29, 2008

Aku dan Herman Welas, Pejalan Kaki Keliling Dunia

Mungkin kita perlu merenungkan dan mempertanyakan diri kita, apa yang telah kita perbuat selama hidup ini dalam membantu sesama.

Tentunya banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membantu orang -orang yang mungkin kurang "beruntung" apabila di bandingkan dengan kehidupan yang kita jalani.

Nah..diantara sekian banyak ummat manusia khususnya anak bangsa (Indonesia=red), terdapat seorang pria bernama Herman Welas, yang cukup peduli dengan kondisi kehidupan masyarakat di Indonesia.

Lewat proyek MB-Gen (Membangun Bagi Generasi) Herman Welas mencoba mengumpulkan dana yang akan dimanfaatkan untuk memperbaiki taraf kehidupan masyarakat yang kurang "beruntung" lewat pemberian pelayanan kesehatan, pendidikan atau nutrisi, dll secara cuma-cuma.

Nah..yang menarik dari kegiatan pengumpulan dana tersebut adalah cara yang dilakukan pak Welas. Laki-laki yang berasal dari Sulawesi ini melakukan Perjalanan Keliling Dunia Dengan Berjalan Kaki, gimana hebat nggak ??

Mau tahu kondisi kakinya ? Hmmm lumayan, terutama pada bagian betis. Kondisi ini menurut Welas jauh lebih baik jika dibanding ketika dia berjalan kaki dipulau Jawa, dimana kuku-kuku jari kakinya pada copot...ihh...pasti sakit donk !

Pada tahun 2007, Herman Welas telah menyelesaikan perjalanan tahap pertama dari Jakarta ke Semarang yang memiliki jarak 1000 km, dan kegiatan tersebut tercatat di rekor MURI.

Untuk tahap kedua Welas telah menyelesaikan perjalanan sejauh lebih-kurang 700 km, antara kota Busan-Seoul, Korea Selatan. Perjalanan yang dimulai dari Busan yang membutuhkan waktu satu bulan tersebut berakhir pada tanggal 29 Juni sore, setelah dia melewati pintu gerbang KBRI Seoul. Kedatangan Welas di KBRI Seoul disambut oleh Kuasa Usaha bapak Koster Gultom, dengan mengalungkan karangan bunga, serta pegawai KBRI dan beberapa masyarakat Indonesia. Dalam sambutannya, Bapak Koster Gultom menyampaikan ucapan Selamat Datang kepada Herman Welas sekaligus membubuhkan tanda tangan diatas selembar kain panjang yang dibawa Welas selama perjalannya di Korea.

Menurut Herman Welas selama melakukan perjalanan baik di Indonesia maupun di Korea dia selalu mendapat bantuan dari orang lain, dimana Welas sendiri lebih suka menyebutnya sebagai Tim. Dalam perjalanan dari Busan ke Seoul, Welas juga mendapat sambutan maupun bantuan yang menurut dia kadang kala jauh lebih besar dari yang dia harapkan, termasuk dari Tim yang tentu saja baru dikenal oleh Welas. Bahkan ada dua keluarga di dua daerah yang dia lalui antara Busan dan Seoul, Welas diberikan kesempatan untuk menginap dan diperlakukan layaknya seorang tamu. Tentunya suatu pengalaman yang sulit untuk dilupakan.

Tentang rencana selanjutnya, Herman Welas akan mengadakan perjalanan berikutnya yaitu antara Vancouver, Kanada dan California, AS, setelah kembali dulu ke tanah air. Menurut Welas jarak yang lebih-kurang 40.000 km tersebut akan ditempuh selama 4 bulan mulai bulan September tahun ini.

Mudah-mudah apa yang diniatkan Herman Welas akan mendapat berkah dari Allah, Amin !








Sunday, June 1, 2008

Aku dan Mesjid Raya Seoul

Apakah di Korea ada penganut agama Islam ? Ada...

Apakah di Korea ada Mesjid ? Ya pasti donk ...

Inilah jawaban dari pertanyaan yang pernah diajukan oleh beberapa pendengar kami.
Nah..saat ini ada lebih-kurang 7 Mesjid ada di Korea. Bagi sebagian masyarakat Korea, ajaran Islam memang agak sedikit asing, hal ini mungkin disebabkan oleh penyebaran agama Islam tidak segencar agama lainnya, namun demikian penduduk keturunan Korea yang beragama Islam diperkirakan lebih-kurang 45.000 jiwa. Dikatakan jumlah pemeluk Islam di Korea terus bertambah secara stabil.
Mesjid Raya Seoul yang terletak di daerah Itaewon merupakan mesjid tertua dan terbesar di Korea. Masjid ini dibangun sekitar tahun 1976.

Pada hari Jum'at, mesjid ini akan selalu ramai dikunjungi oleh ummat Islam yang datang dari daerah sekitar kota Seoul untuk mengadakan Sholat Jum'at.

Saya sendiri yang bekerja di daerah Youido butuh waktu sekitar 1 jam dengan naik bis untuk bisa sampai ke mesjid ini. Namun yang jelas jarak tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak melaksanakan ibadah, benarkan ?

Khususnya pada bulan Ramadhan mesjid ini, menyediakan makanan buka puasa. Maka tidaklah heran, mesjid ini juga selalu ramai pada bulan puasa. Masjid ini juga selalu diisi oleh orang- orang yang mengaji hingga menjelang makan sahur. Ternyata kebiasaan yang berlangsung selama bulan puasa, yang dilakukan masyarakat beragama Islam di Indonesia tersebut, juga dapat kita temui di Korea.