Wednesday, March 26, 2008

Aku dan Samgetang

Sup Ayam...do'i pasti donk pernah makan...Tapi makan sup ayam utuh satu ekor udah pernah belum ??? Kalau ya... di Korea ada namanya Samgetang (sup ayam). Samgetang juga merupakan makanan favorit orang Korea. Sup ini sangat cocok dinikmati pada musim dingin....kenapa ?? Ya..selain karena dihidangkan panas-panas, samgetang juga diyakini mengandung khasiat dapat memperkuat stamina.
Emm...kalau dipikir-pikir ada benarnya juga.

Pertama...karena samgetang biasanya terdiri dari satu ekor ayam muda (sekitar 500 g). Kedua, sup ayam ini juga diberi bawang putih yang lumayan banyak serta insam (ginseng).

Disamping itu masih ada bumbu-bumbu lain seperti sejenis kurma, ditambah nasi yang terdapat pada bagian dalam ayam. Nah...kalau semuanya ini disantap habis...ya pasti nambah stamina dong ...hehhe...

Masalah harga rasanya tidak terlalu mahal...sekitar 10.000 won (lebih kurang 100.000 Rp)

Sebenarnya kalau anda mau mencoba membuatnya...mungkin tidak terlalu susah.

Caranya begini...ayam yang sudah dibersihkan (isi perut dibuang), direbus (lebih baik di presto) agar dagingnya empuk. Setelah empuk...masukkan nasi (pulen) kedalam perut ayam beserta bumbu lainnya bawang putih, ginseng (kalau ada), buah kurma (juga kalau ada) kalau tidak ada ya...mau diapain. Kemudian direbus (seperti masak sup) ditambah bawang prei, garam dan merica sebagai penyedap. Kalau uda matang dan bumbunya menyerap ya...tinggal makan deh...

Sunday, March 23, 2008

Aku dan Istana Gyeongbok




Kalau anda sedang berkunjung ke Seoul, salah satu tempat yang tidak boleh anda lewatkan untuk dikunjungi adalah Istana Gyeongbok, atau Gyeongbok-gung yang terletak di sebelah utara Seoul. Kenapa ??? Ya...dengan melihat kompleks istana ini, maka alam pikiran kita akan dibawa ke kondisi kehidupan masyarakat Korea sekitar abad ke-14.

Ketika berada di depan pintu gerbang komplek istana kita akan menemukan sebuah bangunan khas kerajaan Korea yang tentu saja di jaga penjaga istana seperti layaknya pada jaman dahulu (tapi...penjagaan ala kerajaan ini tidak 24 jam, hanya pada waktu-waktu tertentu saja).

Nah...atraksi yang menarik di depan pintu gerbang ini adalah prosesi pergantian penjaga yang dapat kita nikmati pada jam-jam tertentu (lihat jadwal ya...)
Masih....diluar gerbang istana...kita dapat berphoto dengan penjaga istana...atau kalau mau disana juga disediakan pakaian penjaga istana yang dapat dipinjam untuk berphoto...

Liat aja tuh...Bang Pane jadi penjaga istana .....pantas nggak sih ...????

Kalau udah masuk melewati gerbang istana, maka persis didepan kita akan terlihat Keunjeong-jeon yaitu bangunan utama di mana terdapat singgasana raja. Raja melakukan tugas-tugas kenegaraan, memberikan perintah dan menerima tamu dari negara asing.


Istana Gyeongbok (pancaran kegembiraan) dibangun pada masa dinasti Chosun (Josoen)) ketika dinasti Yi memindahkan ibu kota kerajaan ke Seoul. Pada saat itu Raja Taejo, (tahun ke-4 masa pemerintahannya, 1394) menjadikan istana Gyeongbok sebagai istana utama kerajaan Chosun.

Pada saat Jepang menginvasi Korea tahun1592-1598, istana Gyeongbok di hancurkan...dan kondisi tersebut dibiarkan selama 250 tahun. Pada tahun 1865 bangunan-bangunan istana yang sudah hancur dibangun kembali seperti aslinya. Namun...ketika Jepang menduduki Korea kembali pada tahun 1910, sebagian besar dari 200 bangunan istana dihancurkan oleh imperialis Jepang, hingga hanya tersisa beberapa bangunan saja.

Selain...bangunan utama sebenarnya masih banyak bangunan lainnnya di dalam kompleks istana, namun saya mau.. nerangin beberapa aja .... abis kalau mau di ceritain semuanya... bisa bikin sinetron beberapa seri...lho...

Nah...diantara bangunan-banguan yang ada, yang menarik bagi saya adalah Kyenghoe-ru dan Hyangwon-jeong. Alasannya apa ??? Ya...karena bentuk, posisi, dan fungsinya menarik...bagi saya lhoo..

Kyeonghoe-ru, adalah pavillion terbesar di Korea Selatan, tempat ini merupakan favorit raja menerima tamu. Raja Taejo pendiri Dinasti Chosun sekaligus orang yang memerintahkan pembangunan Istana Gyeongbok, meminta agar dibangun sebuah pavillion diatas danau buatan.


Pavillion ini termasuk yang dihancurkan pada saat invasi Jepang tahun1592, namun dibangun kembali tahun 1867.

Hyangwon-jeong, adalah adalah sebuah bangunan pavilion berbentuk segi enam yang dibangun pada tahun1867 diatas danau buatan. Sementara jembatan yang menghubungkan Hyangwon-jeong dengan daratan, dibangun pada tahun 1953.
































Friday, March 21, 2008

Aku dan Pengalaman Lucu


Dunia ini memang ibarat sebuah panggung yang luar... biasa besarnya. Kita manusia, saya, anda, saudara, teman, orang tua, orang muda, orang Indonesia, orang Korea, orang mana saja....mau tidak mau, sadar atau tidak, niat atau nggak...dll...adalah tokoh-tokohnya...(bisa dimengerti nggak sih ?? saya juga bingung ...heee)
Begini...dalam perjalanan hidup kita, pasti ada hal-hal yang menyenangkan, menyedihkan, menggembirakan, menggelikan, dan bahkan mengerikan... seperti halnya yang dipertunjukkan dipanggung-panggung teater....

Nah...saya sendiri rasanya sudah mengalami kejadian-kejadian itu...tapi yang saya mau ceritakan adalah hal yang menggelikan....boleh donk ...

Ceritanya begini....alkisah..beberapa waktu lalu, ketika saya belum lama tinggal di Korea...saya dengan kebulatan hati dibarengi rasa lapar yang mulai tidak dapat ditolelir...memberanikan diri, seorang diri untuk makan di kantin kantor (biasanya bareng teman). Karena ada makanan yang "haram" untuk saya makan, maka saya akan selalu menanyakan menu hari itu. Di kantin kantor biasanya disajikan dua jenis menu utama yang berbeda serta beberapa makanan tambahan lainnya. Jadi kita bisa memilih...Ketika saya mau mengambil masakan yang bercampur daging, saya menanyakan kepada seorang ibu yang melayani orang-orang yang ingin makan siang saat itu.

"Is it pork?", ( apakah ini daging B2 ?), namun ibu itu tidak mengerti, malah bilang sesuatu yang saja juga nggak ngerti. (tapi sepertinya dia menyuruh supaya saya mengambil saja). Nah..untuk mempertegas, saya sekali bertanya, " Is it pork ?" sambil membuat mimik wajah saya menirukan bentuk muka hewan B2 itu. Eh...si ibu bukannya ngerti malah menertawakan saya dan menunjukkan tingkah saya kepada pelayan lainnya. Dengan rasa malu, akhirnya saya tidak mengambil masakan tersebut..tapi langsung mencari meja kosong dengan membawa nasi dan lauk apa-adanya. Sejak kejadian itu...kalau saya makan di kantin kantor, si ibu itu, akan selalu memperingatkan saya kalau ada masakan yang tidak boleh saya makan. Dan kalau menu hari itu tidak boleh saya makan, maka kadang kala dengan baik-hati dia akan menggantinya dengan menu lain atau menambah porsi lauk yang saya boleh makan.....

Nah...cerita ini lain lagi....

Kejadiannya begini.....Saya mengantarkan keluarga saya ke bandara internasional Incheon, karena mereka akan pulang ke Jakarta. Untuk melaporkan atau mengambil nomor tempat duduk (boarding) para penumpang harus antri...Ketika antrinya tidak begitu panjang lagi seorang bapak tiba-tiba nyerobot langsung menuju ke counter. Tanpa sadar saya ngomong " Lah..katanya orang Korea disiplin kok nyerobot sich". Karena yakin bapak itu tidak akan mengerti apa yang saya ucapkan, maka saya ngucapinnya luman keras. Saya rasa bapak itu pasti mendengarnya dengan jelas. Nah..3 menit kemudian bapak itu kembali keantrian dan berdiri tepat dibelakang kami. Sepertinya dia hanya ingin memastikan kepada petugas counter bahwa antrian tersebut adalah untuk penerbangan ke Jakarta.

Tanpa saya duga si bapak itu bertanya "apakah bapak mau ke Jakarta juga ?". Nah lho....saya sangat kaget mendengar pertanyaan itu, eh...ternyata dia mengerti bahasa Indonesia. Bahkan dia bilang " Maaf tadi saya masuk kesana sebentar (sambil menunjuk meja counter)" Dengan rasa malu, saya hanya senyum saja...

Ketika menentukan nomor tempat duduk, ternyata anak saya yang paling besar harus terpisah dari jejeran tempat duduk ibu dan adiknya. Tau nggak....eh ternyata dengan rela si bapak itu mau bertukar tempat duduk dengan anak saya, sehingga walau tidak satu jejer, dia bisa duduk tepat di depan tempat duduk ibunya. Saya jadi bertambah malu....ternyata orang yang baru "ngesalin" saya, malah menjadi orang yang membantu saya....

Bahkan kata istri saya...(ketika saya telepon setelah mereka sampai di Jakarta), bapak itu mau menggendong anak saya yang bungsu ketika menuju pesawat...Dia ternyata orang Korea yang membuka restoran di Jakarta.... Ya.....Gusti.....betapa malunya.......

Mungkin pengalaman saya ini bisa dijadikan pelajaran...supaya tidak menjadi orang yang suka "ngedumel ???".....heee..


Yang ini pasti tidak kalah menarik....baca deh !!!

Disuatu hari yang cerah dimusim semi, saya jalan-jalan ke suatu daerah bernama Namdaemun. Namdaemun adalah daerah perbelanjaan yang cukup terkenal di Seoul. Disini kita dapat membeli produk tekstil atau sepatu atau yang lainnya dengan harga murah, tentunya kalau anda pintar nawar. Kalau memang pintar, katanya kita bisa mendapat potongan harga hingga 30% bahkan lebih..(saya sendiri belum pernah dapat tuh....mungkin karena kagak bisa nawar heee..) Kalau menurut saya pasarnya mirip pasar Senen di Jakarta...banyak dagangan yang digelar....

Walah...mukadimahnya terlalu panjang ya....

Begini....saya mau beli celana panjang...pedagangnya seorang laki-laki...karena saya punya kebiasaan ketika di Jakarta memanggil pedagang dengan panggilan bang...atau mas...maka kebiasaan itu terbawa-bawa hingga ke Seoul. Namun saya tidak pakai kata mas atau abang dong....terus panggil apa ???....Oppa artinya abang atau mas atau kak..atau.....(itu yang saya tahu sebelumnya)

Nah...dengan tampa ragu-ragu, saya menanyakan harga celana itu seperti ini : " Oppa, igo olma neyo ?" "Mas...ini harganya berapa?". Tapi anehnya...si abang atau mas itu bukannya menjawab pertanyaan saya, tapi melihat saya dengan sinis. Saya jadi kaget....wah apa yang salah ??? (saya bertanya dalam hati). Kemudian saya tanya sekali lagi, " Oppa igo olma neyo ?"...Ehh dia malah mencibir.... Dalam hati saya berkata ini pasti ada yang nggak beres...sambil meninggalkan tempat itu.

Besoknya...setelah bertemu teman di kantor, saya menceritakan kejadian itu. Teman yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak... saya jadi penasaran...lalu saya tanyakan...apa yang lucu?? Teman itu bilang bahwa kata Oppa itu digunakan oleh wanita untuk memanggil pria yang lebih tua. Artinya kata Oppa hanya digunakan oleh wanita......Akhirnya saya juga ikut tertawa...Saya baru tahu... si pedagang itu mencibir karena mungkin mengira saya adalah "hombreng alias bencong" kali ya... hahaaaa.......
Jadi...kalau seorang laki-laki ingin memanggil yang lebih harus pakai Hyeon (abang-mas)..heee

Thursday, March 20, 2008

Aku dan Alat Transportasi di Korea

Bagaimana anda berangkat kerja, kuliah, belanja, berkunjung kerumah saudara atau.... kegiatan lainnya yang membutuhkan alat transportasi ?? Naik.. mobil pribadi, motor pribadi (juga ada donk...), taksi, bis, metromini, angkot, kereta atau alat transportasi lainnya ??

Apa yang anda rasakan ketika naik mobil pribadi, motor pribadi, bis dll...seperti yang sudah saya sebut sebelumnya ?? Aman, nyaman, cepat dan seterusnya....???

Nah....alat transportasi yang aman, nyaman, cepat dan murah, tentunya sudah menjadi idaman setiap warga negara. Tentunya yang ada di Indonesia juga, khususnya di Jakarta n' kota-kota besar lainnya.

Bagaimana dengan di Seoul ??

Ya...disini, walaupun belum 100% sempurna, tapi sudah jauh.....banget lebih baik dibandingkan dengan di Jakarta (maaf...ya...Jakarta saya jadikan barometer karena Jakarta ibukota negara, bukan berarti kota do'i tidak penting untuk diomongin, OK...).

Disini...kriteria yang udah saya sebutin diatas, seperti keamanan, kenyaman, kemudahan, kecepatan, dan kemurahannya (ehhh ..kata ini benar nggak sih, ekonomis kali yaa..) rasanya... semuanya bisa kita dapatkan.

Aman, sampai saat ini saya belum pernah ketemu itu namanya tukang copet dan orang yang kecopetan. Ada.. nggak sih tukang copet di Seoul...ya mungkin ada...tapi tidak se-nekat di tempat kita kali ya..(Dalam tahun ini anda sudah berapa kali kecopetan ??? aduh..amit-amit ya...jangan sampai)

Nyaman, boleh dikatakan semua alat transportasi umum disini bersih dan ber-AC (tentunya dinyalain kalau suhu udara panas), turun-naik penumpang hanya di halte (seperti bus way)

Mudah, dimanapun anda ditinggal...pasti dilewati kenderaan umum, baik itu bis atau kereta, dan beroperasi mulai subuh pukul 5.00 hingga tengah malam pukul 24.00

Cepat, jalanan tidak begitu macet (kalaupun iya...so pasti tidak semacet Jakarta), karena jalur bis sudah khusus (seperti bus way), kereta ??? ya sudah pastilah...sesuai jadwal gituloh...

Ekonomis, kalau anda pakai kartu (transportasi) maka untuk 10 km pertama hanya 900 won, kalau bayar dengan uang 1000 won, dan hanya ditambah 100 won untuk setiap penambahan jarak 5 km.

Nah...menurut saya hal lain yang menarik dari sistem angkutan umum di Korea ini adalah pemakaian kartu transportasi ini. Dengan kartu transportasi ini semuanya jadi serba praktis, tidak perlu repot nyiapin uang pas, karena disini tidak ada kondektur, dan sopir juga tidak nyedia-in uang kembalian.

Tuesday, March 18, 2008

Aku dan Kopi

Anda suka minum kopi ?? Kalau ya...berapa gelas kopi yang anda minum dalam sehari ??

Kopi memang minuman yang memiliki rasa dan harum yang khas. Mungkin tidak berlebihan untuk mengatakan, karena kekhasannya itu, kopi menjadi minuman masyarakat sedunia...baik negara penghasil maupun negara yang kagak punya tanaman kopi.

Saya belum melakukan riset sih...namun kayaknya tuh...minimal ada satu orang disetiap negara yang minum kopi-nanti kalau ada suatu negara yang seluruh rakyatnya kagak minum kopi tolong kasih tau ya...

Nah...demikian di Korea sini, kopi sudah menjadi minuman yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakatnya, khususnya yang tinggal didaerah perkotaan dan pegawai kantoran...bukan berarti yang tidak ngantor tidak minum kopi lho...
Maksud saya...trend minum kopi ini lebih menonjol bagi orang-orang kantoran..

Biasanya pada jam istirahat makan siang kita akan mudah menemukan orang-orang yang nongkrong di "warung" kopi baik yang udah punya nama kelas dunia maupun yang asli lokal, atau ditaman-taman, bahkan sambil berjalan-jalan menikmati kopi mereka.
Sepertinya...nongkrong di "warung" kopi atau jalan-jalan sambil bawa kopi sudah bagian dari gaya hidup, khususnya bagi kawula muda Korea.

Nah...dari sudut pandang kesehatan....kopi memang memiliki khasiat untuk mengurangi resiko diabetes, memperlancar peredaran darah dan bahkan menambah kesuburan pria (kata ilmuwan Brazil, dalam pertemuan American Society for Reproductive Medicine, di San Antonio)

Sementara dari sudut pandang ekonomi..saya kira Indonesia dengan tanahnya yang subur itu (walau sering longsor akibat udah digunduli) ada baiknya lebih menggalakkan penanaman kopi. Ya...selain untuk mencegah maraknya tanah longsor dikala musim hujan, kita juga dapat duit....
Kalau mutu kopinya bagus....yakin deh...pasti banyak negara yang mau nerima impor kopi dari Indonesia...

Dan....perlu diingat kopi akan tetap diminum oleh cucu, cicit, dan juga cicit dari cicit kita....

Aku dan Cheonggyecheon

Cheonggyecheon adalah suatu aliran air (sebenarnya bukan sungai) yang terdapat di sekitar daerah Jongno, Seoul. Tempat ini juga merupakan salah satu kebanggaan warga Seoul, sehingga tidak heran, kalau selalu ramai dikunjungi orang khususnya pada hari libur. Apa sih yang menarik dari Cheonggyecheon ?



Sebenarnya, bagi kita yang lahir di Indonesia khususnya didesa, yang amat-amat kaya dengan sungai ( baik yang masih bersih maupun yang udah butek) aliran cheonggye tidak ada apa-apanya. Tempat ini hanya sebuah aliran (seperti anak sungai...tapi masih bersih lho) yang berada di tengah kota...kalau di Jakarta Ciliwung kali ya....(cuman bedanya Ciliwung udah super butek, tercemar dan bau lagi).


Jadi.. mengapa banyak orang mengunjunginya, bahkan pemda Seoul menjadikannya sebagai tempat wisata ? Ya...karena didalam kehidupan ditengah kota yang dikelilingi gedung-gedung pencakar langit, kita membutuhkan suatu tempat yang dapat memberikan kenyamanan, kesegaran dan juga keindahan. Nah...aliran Cheonggye ini nampaknya mampu memberikan semua itu...

Konon...aliran Cheonggye ini adalah bangunan jalan raya dan jalan tol, kemudian muncullah seorang gubernur Seoul, yang menurut teman saya bernama Lee Myung-bak (presiden Korea saat ini), yang mengajukan ide untuk membongkar jalan yang sudah ada dan menggantinya dengan aliran Cheonggye. Seperti biasa...pada saat itu banyak orang yang menentang...namun setelah melihat hasilnya...mereka hanya bisa merasa kagum...

Ya...dengan memadukan tehnologi, sumber daya, kemauan yang kuat dan tentunya biaya, akhirnya proyek restorasi itu selesai dan hasilnya dapat dinikmati banyak orang...


Walau hanya sekedar impian...saya juga berharap kali Ciliwung di Jakarta dan sungai-sungai lainnya di ibu pertiwi tercinta, Indonesia dapat jadikan sebagai objek wisata bukan sebagai tempat buang hajat dan kotoran-kotoran lainnya.
Kalau memang ada kemauan bisa kali ya....













Saturday, March 15, 2008

Aku dan Balai Kota Seoul


Balai Kota Seoul adalah suatu tempat yang cukup banyak dikujungi orang. Sebenarnya bukan karena arsitektur bangunannya, tapi karena di lapangan terbuka yang terletak tepat didepan gedung Balai Kota, sering dijadikan sebagai tempat pelaksanaan beberapa kegiatan, baik yang bersifat lokal, nasional bahkan internasional.

Mungkin karena letak Balai Kota Seoul yang strategis yang boleh dikatakan berada ditengah-tengah kota, menjadikan pemerintah kota Seoul untuk menyulap tempat ini untuk menjadi arena kegiatan apa saja. mulai dari pameran, festival hingga tempat bermain.



Nah..pada musim dingin lapangan terbuka tersebut dijadikan sebagai tempat untuk mengadakan pameran patung es atau bermain skate.

Bagi orang yang ingin bermain skate, tapi tidak memiliki sepatu skate, maka dia bisa menyewa sepatu skate beserta perlengkapan lainnya dengan harga murah...


Gimana enak nggak ???